Jumat, 21 November 2014

Teori Organisasi Umum 1 Tugas Kedua


NAMA           : RIAN WAHYUDI
NPM               : 15110871
KELAS          : 2KA10

TEORI ORGANISASI UMUM 1

  1. Tipe-tipe organisasi

Organisasi Garis (Line Organization)
Organisasi Garis dan Staf (Line and Staff Organization)
Organisasi Fungsional (Functional Organization)
Organisasi Panitia (Commit Organization)

1) Organisasi Garis
Organisasi Garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan berada satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol
Ciri-ciri organisasi garis adalah:
  • Tujuan organisasi masih sederhana
  • Organisasinya kecil
  • Jumlah karyawannya sedikit
  • Pemimpin dan semua karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
  • Hubungan antara pimpinan dan karyawan bersifat langsung
  • Tingkat spesialisasi begitu juga alat-alat yang diperlukan tidak begitu tinggi dan tidak beraneka ragam
Kekurangan dari organisasi lini adalah kurangnya seorang pimpinan yang berpengalaman dan berpengetahuan luas, adanya kecenderungan untuk seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/dictator,dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dan kurang bebas dalam melakukan tindakan.

2) Organisasi Garis dan Staf
Tipe organisasi garis dan staf pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah:
  • Organisasinya besar dan bersifat kompleks
  • Jumlah karyawan banyak
  • Daerah kerjanya luas
  • Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi
  • Pimpinan begitu pula sesama karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal
Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal
Terdapat lima komponen utama yaitu:
  • Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan.
  • Pembantu pimpinan atau staf : yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staf yang besar, staf terdiri dari dua kelompok, yaitu:
  • Staf koordinasi atau biasa disebut "staf umum", yaitu kelompok staf yang membantu pemimpin dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pemimpin, diminta atau tidak diminta.
  • Staf teknik atau biasa juga disebut "staf khusus", yaitu kelompok staf memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksana untuk pelaksanaan tugasnya.
  • Pelaksana : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.
Kekurangan dari organisasi lini adalah Struktur organisasinya sangat rumit, adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .

3) Organisasi Fungsional
Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain adalah:
  • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  • Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. Dalam organisasi fungsional, koordinasi dititikberatkan pada eselon atasan
  • Pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas
  • Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit-unit yang berada dibawahnya atas namanya sendiri, tidak perlu atas nama direktur utama
Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidang tugasnya dapat digriskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kelebihannya :
Karena masing – masing divisi dalam management lebih terfokus dalam menggarap satu bidang saja, sehingga memunculkan orang – orang yang benar – benar berkompeten di bidang tersebut.
Kelemahannya:
Karena banyaknya orang ahli dan kompeten di bidangnya maka muncul konflik – konflik baik vertikal maupun horizontal, banyaknya orang ahli di masing – masing bidang menimbulkan seringnya gesekan – gesekan opinion maupun ide sangat sering terjadi yang bisa mengganggu stabilitas perusahaan.

4) Organisasi Panitia
Tipe organisasi panitia pada umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu,
Ciri-ciri organisasi panitia antara lain adalah:
  • Tugasnya tertentu dan jangka waktu berlakunya terbatas
  • Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia baik sebagai ketua maupun sebagai anggota
  • Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif, oleh sebab itu tanggung jawabpun secara kolektif pula
  • Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang pada umumnya sama
  • Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang dan tugas tertentun yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas (task force)


  1. Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI KARANG TARUNA KAMPUNG GEDONG


 


Tugas:
  1. Ketua
·         Memimpin rapat-rapat pengurus pleno dan rapat pengurus harian.
·         Mewakili organisasi untuk membuat persetujuan/kesepakatan dengan pihak lain setelah mendapat kesepakatan RPP.
·         Mewakili organisasi untuk nmenghadiri upacara kenegaran tertentu atau agenda strategis lainnya.


  1. Wakil Ketua
·         Mengkoordinasikan dan mewakili kepentingan organisasi di seluruh bidang dalam pengurusan.
·          Mewakili ketua apabila berhalangan untuk setiap aktivitas dalam roda organisasi.
·         Merumuskan segala kebijakan di seluruh bidang dalam pengurusan.
  1. Sekretaris
·         Bersama ketua menandatangani surat masuk dan keluar pengurus.
·         Bersama ketua dan bendahara merupakan Tim Kerja Keuangan (TKK) atau otorisator keuangan ditubuh pengurus.
·         Bertanggung jawab untuk setiap aktivitas di bidang administrasi dan tata kerja organisasi.
  1. Wakil Sekretaris
·         Mewakili sekretaris apabila berhalangan terutama untuk setiap aktivitas kesekretariatan dan tata kerja organisasi.
·         Membuat risalah dalam setiap pertemuan/rapat-rapat organisasi baik Rapat Pengurus Pleno (RPP) maupun Rapat Pengurus Harian (RPH).
·         Mengusulkan dan mamfasilitasi dalam pengadaan akomodasi logistik dan travel organisasi.
  1. Bendahara
·         Mewakili ketua apabila berhalangan hadir terutama untuk aktivitas di bidang pengelolaan kekayaan dan keuangan organisasi.
·         Bersama ketua dan sekretaris merupakan Tim Kerja Keuangan (TKK) atau otorisator di tubuh pengurus.
·         Memfasilitasi kebutuhan pembiayaan program kerja dan roda organisasi.
  1. Wakil Bendahara
·         Mewakili bendahara apabila berhalangan hadir terutama untuk setiap aktivitas di bidang pengelolaan kekayaan dan keuangan organisasi.
·         Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi tentang sistem pembukuan keuangan organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi.
·         Menyelenggarakan aktivitas pembukuan terhadap transaksi pengeluaran dan pemasukan keuangan secara rutin.


  1. Bidang Pendidikan & Pelatihan
·         Mendata dan menginventarisir aktivitas pendidikan dan pelatihan yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan lebih lanjut.
·         Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dalam pemberdayaan pemuda dan masyarakat pada umumnnya.
·         Menyelenggarakan kegiatan pelatihan-pelatihan.
  1. Bidang Usaha Sosial
·         Merumuskan dan mengusulkan program berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh RPP.
·         Mendata dan menginventarisir aktivitas bantuan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan lebih lanjut.
·         Menyelenggarakan aktivitas bantuan sosial dalam berbagai bentuk seperti santunan dan bantuan lainnya dalam momentum tertentu secara berkala.
  1. Bidang Olahraga & Seni Budaya
·         Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Olahraga dan Seni Budaya.
·         Menyelenggarakan Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni secara berkala.
·         Merumuskan dan mengusulkan program berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh RPP.
  1. Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial
·         Merumuskan dan mengusulkan program berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh RPP.
·         Mendata dan menginventarisir aktivitas bantuan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan lebih lanjut.
·         Menyelenggarakan aktivitas bantuan sosial dalam berbagai bentuk seperti santunan dan bantuan lainnya dalam momentum tertentu secara berkala.
  1. Bidang Lingkungan Hidup
·         Menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan dalam rangka melalui aktivitas Bidang Pemeliharaan Lingkungan Hidup baik secara temporer maupun rutin.
·         Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Pemeliharaan Lingkungan Hidup.
·         Menyelenggarakan kegiatan gerakan masyarakat untuk mencintai lingkungan hidup, kerja bakti, padat karya dan sebagainya.
  1. Bidang Hubungan Masyarakat
·         Merumuskan dan mengusulkan program berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh RPP.
·         Menyelenggarakan kegiatan masyarakat dalam bidang komunikasi.
·         Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi tentang sistem dan mekanisme pelaksanaan program kerja Bidang hubungan masyarakat dan kerjasama kemitraan sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi.

Referensi :
http://karina-gita.blogspot.com/2012/03/rentang-kendali.html

0 comments:

Posting Komentar