Rabu, 20 April 2011

Zaman Batu

(terjemahan dari : The Ascent of Man – The Grain in The Stone)

          John Milton menjelaskan dan Willian Blake yang menggambarkan bagaimana bentuk dari bumi saat dilanda satu pergerakan dari kompas Tuhan. Tetapi sangat berlebihan jika hanya melihat dari gambar statisnya saja dimana gambar tersebut sebagai proses alamiah dari bumi. Bumi kita ini sudah ada selama lebih dari empat ribu juta tahun yang lalu. Selama waktu tersebut, sudah terbentuk dan berubah menjadi dua jenis tindakan. Kekuatan yang tersembunyi di dalam bumi telah menggoyahkan lapisan bumi dan mengangkatnya lalu telah menggeser beberapa daratan menjadi pulau-pulau kecil. Dan pada permukaannya, terjadinya erosi salju serta curah hujan disertai badai dan arus laut, dari matahari dan angin lalu membentuk bumi (pulau-pulau kecil tersebut) menjadi sebuah arsitektur yang alami.
          Manusia juga ikut serta menjadi bagian dalam pembentukan arsitektur di lingkungannya, tetapi ia tidak mengerahkan kekuatan sepenuhnya dalam pembentukan alam seperti yang terjadi secara alamiah oleh alam itu sendiri. Metode manusia dalam kasus ini adalah menyeleksi dan menyelidiki : yaitu pendekatan intelektual manusia dimana sebuah tindakan bergantung pada sebuah pemahaman. Saya akan mencoba memahami dan mengikuti sejarah dalam kebudayaan di Dunia Baru yang merupakan dunia termuda daripada Eropa dan Asia. Penelitian saya dimulai dari tengah di equator Afrika, karena disanalah awal dari peradaban manusia dan penelitian kedua saya mengarah ke Timur, karena disanalah permulaan dari kependudukan itu sendiri. Sekarang waktunya mengingat kembali bagaimana manusia bisa selalu mengikuti perkembangan bumi dengan baik.
          Canyon de Chelly yang terdapat di Arizona merupakan daratan tanpa angin, tempat rahasia dimana disanalah hidup salah satu suku Indian selama dua ribu tahun yang lalu, sejak lahirnya Kristus : lebih lam dari tempat lainnya di daerah Amerika Utara. Tuan Thomas Browne memunculkan kalimat : ”Para pemburu telah sampai di Amerika dan mereka telah melewati tidur pertamanya di Persia.” Saat kelahiran Kristus, para pemburu telah menyelesaikan tugasnya di pertanian di daerah Canyon de Chelly dan memulai semuanya dengan langkah-langkah dari perjalanan hidup manusia dari saat mengambil bulan sabit di daerah Timur Tengah.
          Kenapa dimulainya kependudukan terlalu lambat datang di Dunia aru ini daripada di Dunia Lama? Terbukti karena manusia adalah yang lama datang ke Dunia Baru tersebut. Manusia datang sebelum kapal-kapal mengundangnya, yang menunjukkan bahwa mereka datang disaat kemarau hadir di selat Bering disaat bentuk mereka lebar seperti daratan yang menjembatani selama berakhirnya Jaman Es. Poin-poin bukti glaciological terhadap dua kemungkinan waktu disaat manusia mungkin telah mengembara dari tanjung timur di Dunia Lama melewati Siberia menuju daratan berbatu di Alaska bagian barat tepatnya di bagian Dunia Baru selama kurang lebih 28,000 SM dan 23,000 SM, dan yang lainnya selama 14,000 SM dan 10,000 SM. Setelah banjir melanda begitu juga dengan banjir lumpur menjadi akhir dari peradaban Jaman Es dan menaikkan jumlah air lagi selama beribu-ribu kaki dan menurunkan kunci dari sebuah habitat dari Dunia Baru.
          Itu berarti bahwa manusia datenag dari Asia menuju ke Amerika selambat-lambatnya sepuluh ribu tahun yang lalu dan secepat-cepatnya lebih dari tiga puluh ribu tahun yang lalu. Dan mereka semestinya bisa sekaligus datang semua dalam satu waktu. Ini adalah bukti dari arkeolog yang telah ditemukan (seperti pada lokasi awal beserta dengan alat-alatnya) itu terpisah menjadi dua aliran kebudayaan yang datang ke Amerika. Dan sebagian menjelaskan kepadaku, ada bukti biologis yang samar-samar terlihat namun meyakinkan bahwa saya hanya bisa menafsirkan bahwa manusia tersebut datang dalam dua kelompok migrasi secara berturut-turut.
          Suku Indian yang ada di daerah Timur dan Selatan Amerika tidak memiliki darah keturunan dari semua populasi yang ditemukan pada tempat lainnya. Sekilas yang tampak menarik dari nenek moyang mereka adalah terungkapnya kekhasan biologis yang dimiliki oleh nenek moyang mereka secara tak terduga. Untuk darah keturunan yang terlihat jelas, bahkan untuk seluruh populasi, mereka telah memiliki seluruh rekaman genetika pada masa lalu. Total keseluruhan dari semua golongan darah yang ada yaitu golongan darah A yang menyiratkan dari sebuah populasi, dengan virtual tertentu, dan disitu tidak ada kelompok golongan darah pada nenek moyang akan tetapi golongan darah ini terlihat sangat familiar dengan golongan darah B. Dan disinilah letak sebuah fakta keadilan yang ada di Amerika. Suku yang ada pada Pusat dan Selatan Amerika (tepatnya di Amazon, sebagai contoh di daerah Andes dan Tierra del Fuego) selama ini hadirlah golongan darah O, sama seperti pada suku Amerika Utara. Yang lainnya (mereka yang ada di daerah Sioux, Chippewa dan Pueblo Indians) memiliki susunan dalam golongan darah O bercampur dengan sepuluh hingga lima belas persen dengan golongan darah A.
          Kesimpulannya, bukti bahwa di Amerika tidak ada kelompok atau suku yang memiliki golongan darah B, walaupun sebagian besar termasuk dalam bagian pembentukan sebuah dunia.
          Di Pusat dan Selatan Amerika, semua suku Indian asli rata-rata memiliki populasi bergolongan darah O. Di Utara Amerika, terlihat juga kelompok untuk golongan darah O dan golongan darah A. Saya dapat melihat cara yang masuk akan dalam menafsirkan hal tersebut, tetapi untuk mempercayainya bahwa migrasi pertama dilakukan oleh sekelompok kecil, yang memiliki hubungan dengan kelompok (terutama yang bergolongan darah O) datang ke Amerika, berlipat ganda, dan kemudian menyebar hingga ke selatan. Kemudian migrasi yang kedua, sama-sama dilakukan oleh sekelompok kecil dari kelompok, saat ini mereka membawa kelompok dari golongan darah A itu sendiri dan yang memiliki kedua genetika golongan darah A dan O, mengikuti mereka yang terlebih dahulu migrasi hingga ke Utara Amerika. Suku Indian Amerika yang berada di utara, kemudian mereka membawa kembali beberapa dari migrasi yang terlambat datang dan mereka menyebutnya sebagai pendatang baru.
          Pertanian pada saat di daerah Canyon de Chelly telah mencerminkan keterlambatan ini. Meskipun pada saat itu jagung telah di budidayakan di Pusat dan Selatan Amerika, disinilah awal mula dari datangnya Kristus. Orang-orang pada saat itu sangat berpikiran sederhana, mereka tidak memiliki tempat tinggal, mereka hanya tinggal di gua-gua. Dan kemudian setelah 500 SM tembikar pun mulai diperkenalkan. Rumah tempat tinggal mereka di gali membentuk gua-gua dengan usaha mereka sendiri dan ditutupi dengan atap yang dibentuk oleh tanah liat atau bata. Dan pada tahap itu, Canyon telah benar-benar konstan membentuk sebuah kependudukan pada 1000 SM, disaat yang terhebat kependudukan Pueblo datang dengan batu.
          Saya membuat awal dari terpecahnya antara arsitektur yang menggunakan tanah liat dengan arsitektur yang dengan mengumpulkan bagian-bagian tersebut. Hal ini sama saja dengan menyederhanakan sebuah perbedaan : rumah dari tanah, rumah dengan menggunakan bebatuan. Tetapi pada faktanya kehadiran dari perbedaan tersebut menimbulkan masalah, bukan secara teknisnya. Dan saya percaya bahwa untuk mempersatukannya dibutuhkan langkah-langkah penting bagaimana manusia bisa hadir disini, dimanapun dan kapanpun dia melakukannya : sebuah perbedaan antara aksi sebuah ornamen ukir dengan tangan dan pemisahan atau aksi analisis dari sebuah tangan.
          Ini terlihat seperti sesuatu yang sangat alamiah yang terjadi di dunia untuk mengambil sedikit tanah liat dan mencetaknya dalam sebuah bola, bentuk dari sebuah patung tanah liat kecil, bentuk cangkir, sebuah lubang tempat tinggal. Saat pertama kali kita bisa merasakan bahwa bentuk dari sebuah alam kita pun dapat membentuknya sendiri. Tetapi tentu saja itu tidak semudah yang kita bayangkan. Ini adalah bentuk yang dibuat oleh manusia untuk pertama kalinya. Apakah sebuah ceret (teko) dapat terbuat dengan menggunakan lengkungan tangan : apakah sebuah lubang tempat tinggal dapat merefleksikan bentuk dari aksi seorang manusia. Dan tidak mungkin hanya dengan menemukan tentang alam itu sendiri disaat manusia membebankan sebuah kehangatan ini, keibuan, seni artistik bentuk yang dilakukan olehnya. Hanya satu yang dapat membuktikan bahwa sesuatu yang apat merefleksikan dirimu sendiri adalah sesuatu yang dapat kau buat dengan tanganmu sendiri.
          Tetapi disana ada aksi yang lain bagaimana tangan manusia dapat berubah fungsi menjadi berbeda dan berlawanan. Ini adalah pemisahan antara kayu dan batu : untuk yang biasa menggunakan tangannya (mempersenjatai dengan peralatan) sebuah penyelidikan dan pengeksplorasian hingga ke akar-akarnya dan demikian bagaimana sebuah instrumen dari sebuah cerita. Ini adalah pembelajaran yang sangat bagus dalam melangkah ke depan disaat manusia menyimpulkan pecahan-pecahan kayu atau pecahan-pecahan batu dan secara gamblang menggambarkan bagaimana alam telah mengambil mereka sebelum mereka mempersatukannya. Suku Pueblo adalah orang-orang yang menemukan pertama kali langkah-langkah dalam membuat tembok yang terbuat dari tumpukan pasir-pasir merah tersebut disepanjang ribuan kaki di Arizona. Lapisan tabulasi yang ada disana digunakan untuk memangkas : dan blok-blok disitu sama fungsinya dengan landasan pesawat terbang disaat mereka memiliki tempat untuk berbaring di tebing dari Canyon de Chelly.
          Disaat awal-awal waktu manusia membuat peralatan dengan menggunakan batu. Terkadang batu tersebut terbuat dari gabah alami, terkadang juga peralatan tersebut dibuat dari garis perpecahan dengan belajar bagaimana penemuan dengan menggunakan batu-batuan tersebut. Mungkin dari sinilah beberapa ide pun muncul, di tempat yang pertama, dari pemisahan kayu karena kayu adalah material yang memiliki struktur yang dapat dilihat disaat membukanya dengan mudah terdapat gabah-gabah, tetapi akan terlihat sangat sulit untuk menggeser seluruh gabah tersebut. Dan dari permulaan yang sederhana ini manusia membuka peluang usahanya dengan alam dan membuka hukum yang berlaku dalam sebuah struktur, mendikte dan mengungkapkannya. Sekarang tangan bukanlah sesuatu yang dapat membebankan diri sendiri dalam membuat sesuatu. Di dalamnya, hal ini menjadi sebuah instrumen dari cerita dan kesenangan pada saat bersama, dimana saat peralatan berubah menjadi sesuatu yang sangat diperlukan untuk digunakan dan memasukkannya kedalam situ dan menyatakan sebuah kualitas dan bentuk dari sesuatu yang tersembunyi dari material tersebut. Layaknya seperti manusia yang memotong sebuah kristal, kita menemukannya dalam bentuk bersama dengan hukum alam.
          Gagasan yang menemukan sesuatu yang tersembunyi merupakan urutan dalam hal awal mulanya sebuah konsep manusia untuk bereksplorasi terhadap alam. Arsitektur pun telah menyatakan secara gamblang, membuatnya menjadi sebuah kemungkinan untuk mengambil formasi yang alami dan membuat mereka untuk membuat susunan yang baru. Untuk saya ini adalah salah satu langkah dalam perjalanan seorang manusia dimana teori ilmu pengetahuan dimulai. Dan penduduk asli telah menemukan jalan bagaimana manusia mengumpulkan komunitasnya menuju sebuah konsep dari alam.
          Kita memiliki naluri manusia ikut dalam kekeluargaan seperti ini, kekeluargaan ini seperti kelompok kekerabatan, kelompok kekerabatan dalam sebuah clan, sebuah clan dalam suatu suku, suku dalam sebuah bangsa.
          Dalam sebuah kota harus memiliki sebuah landasan, hinterland, pertanian yang kaya akan kelebihan : dan dapat melihat landasan dari kependudukan di Inca membudidayakan tanaman di halaman mereka. Tentu saja di halaman mereka tidak akan tumbuh apapun kecuali rumput-rumput, tetapi sekali mereka telah bisa membudidayakan kentang (ini adalah produk asli yang berasal dari Peru) dan jagung yang merupakan keaslian budidaya yang dilakukan mereka sejak lama dan kemudian menjadi tempat pertama kali mereka datang ke daerah utara. Dan sejak saat perayaan kota itu, disaat suku Inca datang berkunjung tanpa ada pemberitahuan (tanda-tanda) lalu tumbuhlah suburlah tanaman pada musim tropis (panas), tanaman yang bergantung pada iklim seperti sebuah kokain, dimana tanaman ini berguna seperti penghilang racun alami yang hanya digunakan oleh suku Inca dan mereka biasanya juga mengunyah tanaman tersebut yang dimana asal dari tanaman tersebut adalah kokain.
          Di dalam jantung dari sebuah kebudayaan muncullah sistem irigasi. Ini adalah salah satu kerajaan sebelum suku Inca ada dan suku Inca yang membangunnya : dengan cepat seperti membangun sebuah halaman, kanal dan terowongan air, melalui jurang yang besar, turun melalui gurun pasir menuju Pasifik dan membuat semuanya jadi berbunga. Tepatnya seperti memberikan pupuk pada bulan sabit merupakan kontrol untuk air tersebut, jadi disinilah permulaan bagaimana suku Inca di Peru dengan kependudukannya membangun sebuah kontrol dari irigasi.
          Sistem yang besar dari sebuah irigasi memperpanjang atas kekuasaan yang dibuat kuat ditengah-tengah kewenangan. Ini terjadi di Mesopotamia. Ini seperti di Mesir. Ini seperti di dalam kerajaan Inca. Ini berarti bahwa kota dan seluruh kota yang hidup di dalamnya tidak terlihat landasan komunikasinya selain dari wewenang yang hadir dan terdengar dimana-mana, diteruskan dari pusat lalu lurus menuju informasi. Tiga penemuan dari kewenangan jaringan : jalanan, jembatan (di sebuah kota yang kejam bisa disebut seperti ini), surat (pesan). Mereka datang menuju pusat dimana suku Inca berada dan dimana mereka akan pergi dari sini. Mereka memiliki tiga hubungan dimana setiap kota mempunyai kendali untuk kota yang lain dan dimana kita dapat merealisasikannya dengan kota-kota yang berbeda.
          Jalanan, jembatan, pesan adalah kerajaan terhebat yang selalu mengembangkan penemuan-penemuan tersebut, karena jika mereka memotongnya maka kewenangan itu pun akan terpotong juga dan akan berhenti – di masa modern ini disebut juga dengan tipikal menargetkan pertama kali pada sebuah revolusi. Kita mengetahui bahwa suku Inca telah memberikan banyak perhatian. Lebih dari sekedar jalan dimana mereka tidak menggunakan roda, dibawah jembatan yang melengkung, serta pesan yang tidak ditulis. Kebudayaan dari suku Inca tersebut tidak terbuat dari penemuan-penemuan pada tahun 1500 SM. Ini dikarenakan oleh kependudukan di Amerika yang berawal dari beberapa ribu tahun yang lalu dan menaklukkannya sebelum mereka mendapatkan waktu untuk membuat semua penemuan-penemuan tersebut ke Dunia Lama.
          Ini sepertinya sangat aneh dengan arsitektur yang berpindah padahal arsitektur tersebut memiliki struktur yang besar dengan pondasi batu-batu bergulung yang membuat mereka menggunakan roda : kita telah melupakan betapa radikalnya tentang sebuah roda yang telah memperbaiki sebuah gandar. Ini sepertinya sangat aneh untuk membuat suspensi sebuah jembatan dan menghilangkan sebuah bentangan. Dan ini pun terlihat sangat aneh dari seluruh kependudukan yaitu membuat rekaman mereka dengan sangat hati-hati melalui informasi numerik, lebihnya tidak meletakkan mereka untuk menulis – suku Inca adalah suku yang buta huruf dan merupakan suku yang termiskin di kotanya atau suku Spanyol akan menghancurkan mereka.
          Manusia membangun katedral Gothic bukan karena manusia tersebut membutuhkan sesuatu energi yang besar, gereja-gereja yang indah, tapi karena manusia tersebut bisa. Manusia suka membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada apa yang dia terima sebelumnya. Yang pada gilirannya memungkinkan hal untuk digunakan di luar tujuan mereka, mengarah ke cara-cara baru dalam melakukan sesuatu atau membuat suatu teknologi. Mengambil hal-hal yang terpisah dan menempatkan mereka kembali bersama-sama, meletakkan dasar selama lebih dari sekedar arsitektur dan kota-kota tetapi juga untuk pemahaman baru tentang alam atau yang saat alam menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Setelah berhasil berburu dan akhirnya bisa melawan kerasnya isi bumi ini manusia ternyata butuh yang namanya tempat tinggal, disini manusia pertama hanya tinggal di dalam bangunan–bangunan alamiah bumi dan akhirnya menciptakan sebuah tempat untuk berteduh dan terus menerus hingga kini, menjadikan bebarapa bangunan yang mampu menyentuh langit. Dengan ketinggian setinggi gunung.
          Salah satu langkah terbesar manusia adalah munculnya tukang batu. Yang semula tinggal di gua - gua atau rumah - rumah yang terbuat dari alam di sekitarnya, sekarang manusia sudah membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu adalah sebuah perubahan besar. Dan semakin lama kelamaan terbentuknya juga gedung, kota, dan bangunan - bangunan lainnya. Ini merupakan suatu pemahaman baru tentang alam yang menjelaskan bahwa sesuatu yang dapat anda ambil kesimpulannya secara terpisah, memahaminya lalu kemudian dimasukkan kembali dengan cara pemikiran yang lebih baru. Ada lagi pemahaman lainnya yaitu pemahaman munculnya kota-kota. Bahwa tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian - bagian yang bekerja bersama - sama. Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Caranya adalah dengan pembagian kerja, dengan memberikan komando. Cara pembagian kerja contohnya adalah seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan dalam hidupnya dan menjadi sangat bagus dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain. Sedangkan antai komando adalah sebuah kota atau orang-orang yang bertindak untuk mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat.
          Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk menciptakan hal-hal baru dalam kehidupa mereka.
Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal yang begitu banyak sehingga ia sering membuat sesuatu yang berguna dan lebih baik daripada dia harus merusak dunia. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan perubahan sesuatu.
          Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya. Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.
          ”Ilmu Arsitektur adalah ilmu yang selalu mengikuti sejarah perkembangan manusia. Sejak jaman manusia purba yang tinggal di goa-goa sampai abad ke-21 yang begitu modern, ilmu tersebut masih terus berkembang. Arsitektur adalah hasil dari “dialog” manusia dengan lingkungannya serta budayanya. Sejarah mencatat beberapa peninggalan sejarah seperti Piramid yang dibangun pada masa Fir’aun di Mesir, Kuil Parthenon yang didirikan sebagai tempat persembahan bagi Dewi Athena di Yunani, Bangunan Colosseum sebagai tempat bertarung para Gladiator di Roma, Italia dan masih banyak lagi peninggalan sejarah arsitektur yang tak ternilai harganya. Pada masa lampau banyak raja, kaum bangsawan, maupun orang-orang berpengaruh yang membuat monumen-monumen untuk diri mereka sendiri. Mereka ingin dikenang bahwa mereka telah mencapai “sesuatu yang besar” melebihi orang lain di jamannya”.
          Pada zaman purbakala sekali manusia selalu hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain yang memiliki sumber makanan yang lebih mencukupi, namun lama kelaman manusia sudah mulai hidup menetap dengan membangun rumah sederhana yang hanya beratapkan daun-daun kering. Walaupun demikian berarti ini sudah membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal arsitektur walaupun masih sangat sederhana. Kemudian dari rumah yang hanya beratapkan daun-daun itu, manusia  pada zaman berikutnya sudah mendirikan rumah yang sudah agak besar, namun atap yang mereka gunakan masih terbuat dari daun-daun kering. Lama kelamaan manusia semakin berkembang dengan pesat sehingga pada zaman berikutnya manusia sudah menggunakan kayu sebagai atap untuk rumah mereka. Dengan menggunakan kayu, keselamatan mereka akan perlindungan mereka sudah mulai terjamin. Arsitektur alam buku yang berjudul Ascent of Man ini menceritakan tentang keadaan sejarah bagaimana terbentuknya gedung-gedung tinggi, rumah, gereja, kota, dan bangunan-bangunan lainnya. Selain itu, mengeksplor tentang bentuk-bentuk arsitektur bangunan, dan inspirasi bagaimana bisa terbentuknya?
          Peralatan yang mendukung manusia untuk melakukan sebuah instrumen dari sebuah pengelihatan. Ini menyatakan bahwa struktur dari sebuah benda dan membuat sesuatu itu menjadi mungkin untuk mengambilnya bersama menuju era yang baru, dengan kombinasi yang imajinatif. Tetapi tentu saja membuat mereka terlihat bukan hanya membuktikan sebuah struktur. Ini adalah salah satu struktur yang terbaik selama ini. Dan untuk tingkat selanjutnya dari perjalanan seorang manusia untuk mencari tahu peralatan yang dapat membuka mereka dari struktur yang tidak terlihat menjadi terlihat.

Musim Panen

(terjemahan dari : The Ascent of Man – The Harvest of The Seasons)

          Sejarah dari manusia terbagi secara tidak merata. Pertama kali dimulai dengan evolusi secara biologis : semua langkah-langkahnya yang memisahkan kita dari keturunan leluhur kita yaitu kera. Lalu bagaimana mereka menempati tempat tinggal mereka selama jutaan tahun yang lalu. Dan kemudian bagimana sejarah kebudayaan mereka : perjalanan panjang serta lika-liku dari sebuah peradaban yang memisahkan kita dari kehidupan si pemburu yang terjadi di Afrika atau si pengumpul makanan yang terjadi di Australia. Dan yang kedua adalah bagaimana kepadatan sebuah kebudayaan selama beberapa ribu tahun yang lalu. Mulai saat ini saya lebih baik membicarakan tentang dua belas ribu tahun yang lalu atau mungkin lebih dari itu tetapi kurang dari dua puluh tahun yang lalu. Perbedaan antara dua kejadian diatas yaitu antara faktor biologis dan faktor kebudayaan sangat mengagumkan dan saya tidak dapat menjelaskan itu semua tanpa melihat kembali yang terjadi di belakang.
          Membutuhkan waktu dua juta tahun yang lalu untuk manusia berubah dari bentuk masa lalu dengan batu di tangan (Australopithecus di Afrika Tengah) menjadi bentuk modern (Homo Sapiens). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perubahan tersebut adalah perubahan secara biologis dari manusia – walaupun evolusi secara biologis manusia jauh lebih cepat daripada hewan lainnya. Tetapi tetap saja membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh ribu tahun agar Homo Sapiens berevolusi menjadi diri kita saat ini.
          Setelah semua terjadi, ini menjadi kata-kata paling penting saat ini. Mengapa perubahan manusia baru saja terjadi setelah perubahan kebudayaan terjadi? Dua puluh tahun yang lalu seluruh bagian dari dunia ini telah menjadi tempat bagi para penjelajah dan pemburu, mereka memiliki teknik yang baik untuk menyesuaikan dirinya dalam berpindah tempat sama seperti yang Lapps lakukan. Sepuluh ribu tahun yang lalu barulah mengalami banyak perubahan dan manusiapun mulai menempati satu tempat saja bersama dengan hewan-hewan disana dan memulai bercocok tanam. Dan dari situlah kependudukan pun berlanjut. Hal ini sangat tidak biasa jika dipikirkan bahwa hanya dalam waktu dua belas ribu tahun terdapat kependudukan. Ini pasti kejadian yang sangat tidak biasa karena 10.000 BC – pada saat itu. Tetapi ini adalah ledakan yang cukup tenang, karena ini merupakan akhir dari jaman es.
          Kita dapat menangkap bahwa ini adalah perubahan dari daratan yang sangat dingin. Musim semi di daratan es ini akhirnya terjadi setiap tahun tetapi hanya sekali di daratan Eropa dan Asia disaat es mengalami penurunan. Dan manusia, yang datang dengan kerja keras yang luar biasa secara mengejutkan datang dari Afrika selama berjuta tahun, mereka telah bertempur dengan jaman es dan sekarang mereka menemukan tanah berbunga dan hewan-hewan yang bersuara di sekitar mereka, lalu mengubah mereka ke dalam perbedaan dari kehidupan.
          Hal inilah yang biasa disebut dengan “revolusi agrikultur” tetapi saya pikir ini sedikit lebih luas daripada revolusi biologis. Hal ini terkait dengan tanaman budidaya dan hewan-hewan domestik seperti lompatan katak. Dan dibawah itu semua, realisasi pentingnya pada manusia bukanlah mendominasi di lingkungannya tetapi lebih ke aspek yang lebih penting, bukan secara fisik tetapi lebih ke level sesuatu yang manusiawi yaitu tumbuhan dan hewan. Dengan ini semua maka akan terbentuk evolusi sosial yang sangat kuat. Karena sekarang apapun itu bisa menjadi mungkin – lebih dari itu, menjadi sebuah kebutuhan – untuk manusia dalam menyelesaikannya. Dan makhluk ini telah menjelajah secara berurutan selama jutaan tahun untuk membuat sebuah pilihan penting : mereka bisa memilih menjadi seorang pengembara atau seorang penduduk. Kita memiliki rekaman antropologi bagaimana perjuangan dari suara hati seseorang dalam menentukan pilihan : rekaman dari Alkitab, Testament Tua. Saya percaya bahwa istirahatnya sebuah kependudukan adalah karena sebuah pilihan. Untuk beberapa orang yang tidak pernah menggunakan itu, hanya sedikit yang bisa bertahan. Ada beberapa pengembara yang tetap pergi meneruskan perjalanannya dari satu tempat ke tempat lain : sebagai contoh, Bakhtiari dari Persia.
          Sudah lama sekali kehidupan para pengembara. Bakhtiari selalu berkelana seorang diri, kelihatannya. Sama seperti pengembara lainnya, mereka berpikir bahwa diri mereka layaknya seperti keluarga, seorang anak yang hidup dari seorang ayah saja (sama halnya dengan jalan pemikiran Jews untuk mengatakan diri mereka adalah anak dari Israel atau Jacob). Nama Bakhtiari berasal dari penggembala legendaris yang berasal dari Mongol bernama Bakhtyar.
          Sebagai putra dari Israel, semua kawanan mereka sangatlah penting : mereka tidak dapat lepas dari pikiran para pendongeng (atau penasehat keluarga) selama beberapa waktu.
          Sebelum 10.000 BC, beberapa pengembara mengikuti perpindahan alami  (migrasi) yang dilakukan oleh penggembala liar. Tetapi domba dan kambing mereka tidak melakukan migrasi alami tersebut. Mereka yang pertama kali menjinakkan selama sepuluh ribu tahun yang lalu – hanya para anjing di perkemahan tua yang mengikuti cara mereka. Dan disaat manusia menjinakkan mereka, dia melihat respon yang alamiah ; para pengembara harus belajar dan saling tolong menolong gembalanya.
          Peran dari perempuan di komunitas pengembara sangat sulit untuk di definisikan. Terutama fungsi dari perempuan disini adalah untuk melahirkan anak-anak laki-laki ; terlaku banyak anak perempuan akan menyebabkan ketidakberuntungan karena mereka tidak bisa berlari kencang apabila terjadi sebuah bencana. Selain itu, pekerjaan mereka adalah menyiapkan makanan dan pakaian. Contohnya, wanita yang ada di komunitas Bakhtiari memanggang roti – tertulis dalam Alkitab yaitu membuat roti diatas tungku panas. Tetapi para wanita harus menunggu hingga para pria selesai makan baru mereka bisa menikmati makanannya. Para lelaki, mereka hidup di kawanan para wanita. Mereka mengambil susu dari gembalanya masing-masing dan membuat yogurt dari susu yang telah diasamkan, menggunakan kulit kambing sebagai bingkai kayu primitif. Mereka hanya mengerti satu teknologi mudah yang selalu mereka bawa pada saat berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Secara simpel ini sama sekali tidak romantis ; ini bisa dikatakan sebagai cara bertahan hidup juga. Semua harus terlihat jelas pada saat mereka membawanya, mereka mulai menggunakannya pada saat sore hari dan dapa saat bersiap-siap untuk pergi di pagi harinya. Disaat para wanita sedang memintal wool dengan menggunakan perangkat kuno.
          Hal ini membuat para pengembara tidak mungkin membuat sesuatu yang tidak mereka butuhkan selama beberapa minggu ke depan. Mereka tidak akan membawanya. Dan faktanya, Bakhtiari tidak mengerti caranya. Jika mereka membutuhkan alat-alat yang terbuat dari metal, mereka melakukan tukar-menukar barang (barter) dari orang-orang suku gipsy yang bekerja di spesialis metal. Paku, sanggurdi, mainan atau bel kecil adalah barang-barang yang terbuat dari luar perkumpulan tersebut. Suku Bakhtiari hidup dengan ruang sempit dari waktu dan kemampuan dalam menciptakan sesuatu. Mereka tidak mempunyai ruangan untuk membuat sebuah inovasi, karena mereka tidak bergantung pada waktu, hidup mereka berpindah-pindah dari sore hingga pagi hari, datang pergi dalam hidup mereka, menerima hal baru dan cara berpikir yang baru – bukan mendapatkan waktu yang baru. Salah satu kebiasaan saat bertahan hidup telah menjadi kebiasaan lama mereka.
          Ini adalah hidup tanpa fitur-fitur. Setiap malam terasa seperti akhir dari dunia dan setiap pagi adalah awal dari setiap perjalanan mereka sama seperti hari-hari sebelumnya. Disaat hari mulai berganti, ada satu pertanyaan dalam benak setiap orang. Mampukah para kawanan mendapatkan sebuah celah yang lebih untuk ke depannya? Untuk suku harus bergerak, penggembala harus menemukan padang rumput baru setiap hari, karena pada ketinggian penggembalaan ini dapat habis dalam satu hari. Setiap tahun Bakhtiari melewati enam rentang gunung di luar perjalanan (dan mereka berjalan lagi untuk kembali). Mereka berbaris melalui salju dan air di musim semi. Tidak ada yang baru, dan tidak ada yang mengesankan. Pengembara tidak memiliki peringatan (upacara-upacara khusus) bahkan untuk orang mati. Langkah tunggal terbesar di pendakian manusia adalah perubahan dari nomaden pertanian desa. Apa yang membuat itu menjadi mungkin? Sebuah tindakan yang aneh dan menjadi rahasia alam. Dalam ledakan vegetasi baru pada akhir zaman es, sebuah gandum hibrida muncul di Timur Tengah. Itu terjadi di banyak tempat ; satu yang khas adalah oase kuno Jerikho.
          Jerikho adalah sebuah pertanian tua. Pertama kali orang-orang yang datang ke sini dan diselesaikan oleh lompatan di lain bijaksana sunyi tanah orang-orang yang sedang dipanen gandum, tetapi mereka belum tahu cara menanamnya. Arkeolog nama budaya mereka “Natufian”. Mereka membuat alat untuk panen liar dan yang merupakan bagian luar biasa sebagai sebuah pandangan masa depan. Mereka membuat sabit dari batu api ; kuno tepi sabit akan ditetapkan dalam sepotong tanduk rusa, atau tulang. Tidak ada lagi sebuah pertahanan hidup, di atas bukit atau tel, jenis gandum liar menjadi sesuatu mata pencaharian mereka untuk dipanen. Tapi rumput yang di sini harus terlihat serupa seperti gandum yang mereka ditemukan, bahwa mereka berkumpul untuk pertama kalinya oleh segenggam gandum dan kemudian memotong dengan gerakan menggergaji dari sabit yang penuai telah digunakan sejak sepuluh ribu tahun yang lalu pada setelah jaman tersebut.
          Titik balik terhadap penyebaran pertanian hampir pasti terjadinya dalam dua bentuk gandum dengan bentuk yang besar dann penuh kepala biji. Sebelum delapan ribu tahun sebelum Masehi, gandum bukanlah tanaman mewah seperti sekarang ini, melainkan hanya salah satu dari banyak rumput liar menyebar ke seluruh Timur Tengah. Dengan beberapa persilangan genetik, gandum liar disilangkan dengan rumput-rumput yang hidup di alam liar dan membentuk subur sebuah tanaman hibrida. Persilangan itu sudah pasti terjadi berkali-kali dalam vegetasi yang kemudian bermunculan setelah zaman Es berakhir. Dalam dari segi mesin genetik yang mengarahkan pertumbuhan itu menggabungkan empat belas kromosom gandum liar dengan empat belas kromosom rumput liar dan diproduksi oleh Emmer dengan dua puluh depalapn kromosom. Itulah yang membuat begitu banyak Emmer menjadi gemuk. Tanaman hibrida ini mampu menyebar secara alami, karena biji yang melekat pada kulit dengan sedemikian rupa sehingga mereka tersebarnya angin. Untuk seperti tanaman hibrida yang akan tumbuh subur jarang terjadi tetapi tidak memungkinkan untuk tumbuh secara unik di antara tanaman lainnya. Tapi sekarang cerita tentang kehidupan tanaman yang senantiasa mengikuti jaman Es ini menjadi lebih mengejutkan. Ada persilangan genetik kedua, yang mungkin terjadi karena Emmer sudah dibudidayakan. Emmer disilangkan dengan rumput liar lainnya dan menghasilkan tanaman hibrida yang lebih besar dengan empat puluh dua kromosom, yang bisa digunakan untuk membuat roti gandum. Tetapi itu tidak mungkin cukup untuk dirinya sendiri dan kita dapat mengetahui sekarang bahwa tidak akan bahan untuk roti gandum telah subur tetapi untuk mutasi genetik tertentu pada satu kromosom.
          Namun ada sesuatu yang lebih aneh. Sekarang kita memiliki gandum dengan bentuk yang indah, tapi satu yang tidak akan pernah tersebar di dunia ini karena tidak akan pernah terdengar lagi. Dan jika saya mengistirahatkan semua itu, maka saya akan terbang dan jatuh tepat setiap butir di mana ia tumbuh. Mari saya ijinkan saya mengingatkan anda kembali, perbedaan yang ada di gandum liar atau dari tumbuhan hibrida, pertama bersifat primitif contohnya Emmer. Dalam bentuk-bentuk primitif pendengaran kita akan jauh lebih terbuka dan jika pendengaran diistirahatkan maka anda mendapatkan cukup efek yang berbeda – anda mendapatkan biji-bijian yang akan terbang oleh angin. Kemudian gandum liar pun mulai kehilangan kemampuannya dalam melakukan pertumbuhan. Tiba-tiba, manusia dan tanaman telah datang secara bersama-sama. Manusia dengan membawa sebuah gandum bahwa ia hidup dari gandum tersebut, tetapi gandum juga berpikir bahwa manusia dibuat untuk dirinya karena gandum dapat diperbanyak. Untuk sebuah roti gandum hanya dapat berkembang biak dengan menggunakan bantuan ; para pria harus memanen dan menyebarkan bibit mereka dan dari kehidupan masing-masing, manusia dengan tanaman, tergantung pada yang lain. Ini adalah dongeng sejati sebuah genetika, seolah-olah kedatangan peradaban telah diberkati di muka bumi ini.
          Sebuah kejadian bersama dengan bahagianya peristiwa alam dan manusia diciptakanlah sebuah pertanian. Mungkin terjadi secara kemandirian di beberapa tempat di Timur Tengah dan seluruh dunia. Suku Jerikho telah mengawali sebelum pertanian, tetapi suku Jerikho adalah simbol dari awal revolusi pertanian. Tidak seperti desa di tempat lainnya yang sering melupakan pertanian, disini hal seperti ini adalah sebuah hal yang penting (monumental), berlapis-lapis sejarah yang terjadi di kota. Kota kuno di Jerikho adalah sebuah oasis di tepi gurun pasir pada musim semi yang telah berjalan menuju ke kanan ke kota modern pada saat masa prasejarah ini. Berikut gandum dan air datang secara bersamaan dan memiliki arti bahwa, di sinilah manusia akan mulai peradaban. Di sini juga para perantau datang, kemudian wajah mereka keluar dari padang pasir, memandang iri pada cara hidup baru di daerah yang sekarang mereka singgahi. Itulah sebabnya Yosua membawa suku Israel di sini dalam perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian – karena gandum dan air akan membuat mereka pada sebuah  peradaban : mereka membuat janji tanah yang mengalir dengan susu dan madu. Gandum dan air berbalik bahwa bukit tandus ke kota tertua di dunia.
          Sekaligus pada waktu itu Jerikho pun berubah. Orang-orang datang dan segera menjadi iri terhadap tetangga mereka, sehingga mereka harus membentengi Jerikho, mengubahnya menjadi sebuah kota bertembok, dan membangun menara luar biasa pada saat sembilan ribu tahun yang lalu. Menara ini tiga puluh kaki melintasi di dasar dan hampir tiga puluh kaki menurun ke dalam. Dan menjajaki di samping itu penggalian mengungkapkan tentang berlapis-lapisnya peradaban masa lalu : pra-tembikar awal manusia, pra-tembikar berikutnya manusia, kedatangan gerabah pada tujuh ribu tahun yang lalu ; awal tembaga, awal perunggu, tengah perunggu. Masing-masing peradaban datang untuk menaklukkan Jerikho, lalu menguburkan, dan dibangun sendiri peradaban mereka di atasnya ; sehingga menara terletak tidak begitu banyak di bawah empat puluh lima meter dari tanah, seperti di bawah empat puluh lima meter dari peradaban masa lalu.
          Jerikho adalah mikrokosmos dari sejarah. Di sini orang datang untuk memahami dan membentuk lingkungan hidup mereka, datang untuk mengubah dunia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada tahun 6000 sebelum masehi kota Jerikho adalah sebuah pemukiman pertanian yang besar. Isinya tiga ribu orang, dan mencakup delapan hektar ladang di dalam tembok. Para wanita tanah mengolah gandum dengan batu berat mengimplementasikan yang mencirikan sebuah masyarakat. Para pria membentuk, menepuk dan sebuah tanah liat untuk membangun-batu bata, beberapa yang paling awal yang dikenal oleh masyarakat.
          Pertanian dan peternakan tampak seperti mata pencarian sederhana, namun seperti kata Natufian merupakan sinyal untuk menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak diam. Setiap tahap dalam domestikasi tumbuhan dan hewan membutuhkan sebuah penemuan. Dasar perangkat yang memiliki pikiran dan berbohong tentang sesuatu yang tidak bisa di tolerir di desa mana pun di dunia. Tumpah ruah mereka dari artefak kecil dan halus adalah sebagai bukti bahwa mereka cerdas dan dalam arti penting sebuah perjalanan manusia, seperti halnya tentang fisika nuklir: jarum, penusuk, pot, anglo, sekop, kuku dan sekrup, bellow, tali, simpul, alat tenun, harness, hook, tombol, sepatu – bisa beratus nama dan tidak berhenti untuk bernapas. Kekayaan itu berasal dari interaksi penemuan, budaya merupakan kelipatan dari ide-ide, di mana setiap penemuan dapat mempercepat perangkat baru dan memperbesar kekuatan sisanya.
          Penemuan paling kuat di bidang pertanian semua, tentu saja, bajak. Kami berpikir tentang bajak sebagai cara membagi tanah. Dan merupakan penemuan mekanis penting diawalnya. Namun bajak juga sesuatu yang jauh lebih mendasar : yaitu adalah sebuah tuas yang mengangkat tanah, dan itu adalah salah satu aplikasi pertama dari prinsip tuas. Ketika itu tak lama kemudian, Archimedes menjelaskan teori tuas ke Yunani, ia mengatakan bahwa dengan titik tumpu untuk tuas bisa bergerak ke dalam bumi jika kita bisa mengaplikasikannya. Tapi ribuan tahun sebelum itu bahwa Timur Tengah telah berkata, ‘Beri aku tuas dan saya akan memakan bumi’.
          Pertanian ditemukan lagi kemudian di daerah  Amerika. Tetapi bajak dan roda tidak ditemukan disana, karena mereka bergantung pada hewan ternak. Langkah luar pertanian sederhana di Timur Tengah adalah domestikasi ternak hewan. Kegagalan itu membuat mereka menggerakkan perubahan biologis terus-menerus menuju Dunia Baru kembali pada tingkat tongkat menggali ; hal itu bahkan tidak memukul menggunakan roda tembikar.
          Roda ditemukan untuk pertama kali sebelum 3000 sebelum Masehi di daerah Rusia Selatan. Penemuan awal yang solid, roda kayu dilampirkan ke rakit tua atau kereta luncur untuk menarik beban, dan kemudian bentuk tersebut diubah menjadi gerobak. Sejak itu roda dan gandar menjadi akar ganda dari mana penemuan itu tumbuh. Sebagai contoh, roda berubah fungsi menjadi alat untuk grinding gandum – dan alat ini menggunakan kekuatan alam untuk melakukannya : dengan kumpulan binatang yang pertama, dan kemudian kekuatan angin dan air. Roda menjadi model bagi semua gerakan rotasi, sebuah norma penjelasan dan simbol surgawi lebih dari tenaga manusia ilmu pengetahuan dan seni. Matahari adalah kereta beroda, dan langit itu sendiri adalah roda, dari waktu bahwa Babel dan Yunani dipetakan berpaling dari langit berbintang.
          Tentang waktu itu Yosua menyerbu Jerikho pada sekitar 1400 SM, para insinyur mekanis Sumeria dan Asyur berbalik roda ke katrol untuk menimba air. Pada saat yang sama mereka merancang sistem irigasi skala besar. Pemeliharaan yang lurus masih bertahan seperti tanda baca di daratan Iran. Mereka turun tiga ratus meter ke kanal bawah tanah yang membentuk sistem, pada tingkat mana air alami aman dari penguapan.
          Qanats adalah konstruksi akhir dari sebuah peradaban kota dan mereka menyiratkan adanya saat itu hukum untuk mengatur hak air dan penguasaan tanah dan hubungan sosial lainnya. Dalam masyarakat pertanian, aturan hukum memiliki karakter yang berbeda dari pengembara hukum yang mengatur pencurian seekor kambing atau domba. Sekarang struktur sosial terikat dengan peraturan yang mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan : akses ke lahan, biaya pemeliharaan dan kontrol terhadap hak atas air, hak untuk menggunakan air, berbalik dan berpaling, maka berhargalah setiap konstruksi yang panen tergantung dari musim.
          Mesin adalah alat untuk menekan kekuatan di alam. Namun sebagai mesin sudah menunjuk sumber kekuasaan yang lebih besar, yang telah menunjukkan semakin banyak datang untuk mendahului menggunakan alamnya. Bagaimana mesin dalam bentuk modern seperti sekarang ini tampaknya bagi kita adalah sebuah ancaman? Pertanyaan seperti serangan kita bergantung pada skala kekuatan sebuah mesin yang dapat berkembang. Kita bisa memasukkannya dalam bentuk alternative : Apakah daya dalam skala pekerjaan untuk yang mesin itu membuat tipu daya atau tidak proporsionalnya yang dapat mendominasi pengguna dan mendistorsi kegunaannya? Pertanyaan itu telah mencapai jauh ke belakang, itu dimulai ketika manusia pertama dimanfaatkan kekuatan lebih besar dari sendiri, yaitu kekuatan binatang. Setiap mesin yang menggunakan hewan ternak – atau bahkan menggunakan reaktor nuklir. Hal ini meningkatkan pendapatan yang telah memenangkan manusia dari alam sejak awalnya pertanian dikenal. Tetapi melakukannya dengan menambah efek dari manusia adalah sebuah pilihan, dan di sana terletak bahaya kami : setiap daya untuk sesuatu yang baik dapat digunakan sebagai kekuatan untuk kejahatan. Sejarah manusia bercerita tentang apa pilihan manusia telah dibuat dengan kelebihan dan kekurangan mesin.
          Dalam usahanya mengembangkan inspirasi dan terus berusaha untuk memahami sejarah perkembangan intelektual manusia, Yakub Bronowski menjelaskan bagaimana transisi (perubahan) nenek moyang kita selama sekitar sepuluh tahun yang lalu, ketika mereka meninggalkan hidup tanpa tempat tinggal dan mengadopsi yang bukan menjadi pilihan untuk bekerja dalam hidup, merawat anak-anak dan menjinakkan binatang. Yang unik dan menariknya serta sedikit bijak, Bronowski menggunakan Alkitab bukan segai pandangan agama tetapi sebagai ekspresi sebuah sejarah dari populasiyang mengharuskan untuk memahami ketegangan dan kesulitan yang terjadi dalam transisi ini yang menjadikan mereka dengan kedua sisi dari perkembangan tersebut.
          Kita mungkin mengambilnya dan memberikannya untuk hari ini sebagai usaha primitif tetapi perkembangan pertanian telah berdampak hampir tak bisa dibayangkan pada dunia ini yang sudah kita ketahui selama sepuluh ribu tahun didirikan dan ada du dunia ini. Jika anda memperhatikan, apapun ada di sekitar anda untuk dipelajari.

Kamis, 17 Maret 2011

( LEBIH RENDAH DARIPADA MALAIKAT )

(terjemahan : Lower Than The Angels – The Ascent of Man)

          Manusia adalah makhluk tunggal. Mereka memiliki satu set karunia yang membuat mereka terlahir unik diantara para binatang : sehingga tidak seperti mereka (binatang), mereka (manusia) bukanlah figur sebuah pemandangan tetapi mereka adalah pembentuk bentang alam. Tubuhnya dan pemikirannya adalah seorang penjelajah alam seperti binatang, yang tidak bisa ditemukan tetapi mereka selalu membut rumah di setiap benua.
          Hal ini dilaporkan saat warga Spanyol datang ke Samudra Pasifik pada tahun 1769, suku India California berkata “pada saat bulan penuh, ikan-ikan akan datang dan menari di pantai ini”. Dan itu benar terjadi bahwa banyak ikan lokal yang bervariasi, para grunion, mereka bergerak keluar dari bawah laut dan bertelur diatas batas normal pasang tinggi air laut. Betinanya yang memulai membenamkan dirinya pertama kali di pasir dan jantannya menutup telur-telur tersebut dan memberi makan mereka dimulai sejak mereka diletakkan. Pada saat bulan penuh itu menjadi sangat penting, karena itu memberikan telur-telur itu waktu agar tidak terganggu pertumbuhannya selama sembilan sampai sepuluh hari, dan selama sepuluh hari itu saat pasang tinggi air laut saatnya para ikan menetas dan pergi ke laut lepas untuk memulai hidupnya.
          Setiap pemandangan di dunia ini saling membutuhkan dan adaptasi yang serasi, dimana hewan menjadi cocok dengan lingkungannya dan akan berputar seperti roda gigi yang selalu berputar ke satu tempat ke tempat lain dan akan kembali ke posisi semula. Seperti landak yang sedang tertidur dan menunggu saat musim semi datang dan membangkitkan metabolisme tubuhnya untuk hidup kembali. Kicauan burung yang mengalahkan udara dan bertengger diantara bunga-bunga yang bermekaran. Kupu-kupu pun meniru menjadi daun dan mengelabui binatang buas serta predator lainnya. Lalat pun seperti antar jemput mekanik yang melewati tanah di musim semi.
          Jadi jutaan tahun yang lalu saat evolusi telah mengubah para grunion untuk menyesuaikan dan duduk tepat sesuai arus. Tetapi alam yang melakukan evolusi secara biologi tidak menyesuaikan manusia untuk lingkungan yang spesifik. Sebaliknya, dibandingkan dengan para grunion yang memiliki peralatan untuk bertahan hidup dan paradoks dari kondisi manusia.  Salah satu dari mereka menyesuaikan untuk semua kondisi. Diantara kebanyakan binatang dimana sering mengambil langkah seribu, terbang, bersembunyi dan berenang di sekitar kita, hanya manusia yang tidak pernah mengunci salah satu cara mereka dalam menaklukan bentang alam. Dalam imajinasinya, alasannya, kehalusan emosionalnya dan kekuatannya, membuat mereka mampu untuk tidak menerima keadaan alam dan berusaha mengubahnya. Dalam seri penemuan ini dimana manusia dari umut ke umur atau dari waktu ke waktu mulai dibuat lagi untuk lingkungannya sendiri. Ini adalah perbedaan dari sebuah evolusi yang tidak secara biologi tetapi dari evolusi kebudayaan. Saya menyebutnya rangkaian cerdas sebuah kebudayaan puncak dari pendakian seorang manusia.
          Saya menggunakan kata-kata “ascent” atau pendakian dengan pengertian yang sangat berharga. Manusia itu sangat mulia daripada binatang lainnya dari sebuah pemberian imajinatif. Mereka dapat menyusun rencana, membuat penemuan, membuat penemuan-penemuan baru menjadi sebuah judul dan penetrasi, selama mereka belajar untuk mengkombinasi talenta mereka menjadi lebih berguna dan menjadi jalan yang sesuai. Jadi penemuan hebat dari waktu yang berbeda dan kebudayaan yang berbeda secara teknik, secara ilmiah, secara kesenian mengekspresikan kemajuan mereka menjadi sesuatu yang lebih kaya dan lebih rumit daripada kemampuan manusia untuk naik.
          Dan tentu saja hal ini sangat menggoda para ilmuwan untuk mendapatkan sebuah harapan dari penemuan asli dan pencapaian dari pemikiran kebanggaan terbaru. Dan sebaiknya kita ikut berbangga karena hal ini beberapa modernisasi pun akhirnya dapat berjalan. Berpikir bagaimana caranya sebuah kode hereditas (faktor kelahiran) spiral DNA dalam  dapat mengubah suatu kaum : atau pergi bekerja untuk menindak lanjuti keistimewaan dari sebuah pemikiran manusia. Berpikir bagaimana sebuah filosofi dapat memandang hingga ke Teori Relativitas atau beberapa menit kebiasaan dari pengukuran atom.
          Dalam pencapaian seorang manusia dan partikel-partikel dalan ilmu pengetahuan bukanlah sebuah konstruksi museum yang harus diselesaikan. Ini adalah sebuah proses, dimana dalam eksperimen pertama memiliki tempat formulasi dalam sebuah kimia dan penghitungan canggih dari seorang astronom Mayan dari Amerika Tengah dan menciptakannya sendiri untuk mengubah Dunia Lama ini.
          Di setiap jalannya umur terdapat satu titik poin, jalan baru dalam melihat dan menegaskan sebuah koherensi dari sebuah dunia. Selama mengikuti titik poin tersebut dan meneruskan dari kebudayaan-kebudayaan, saya menyarankan untuk mengikuti sejak awal tetapi tidak mengikuti seketat dalam kronologisnya, karena sesuatu yang menarik disini adalah bagaimana sejarah dari seorang pemikiran manusia yang tidak menutup kemungkinan perbedaan bakat atau talentanya. Saya menyarankan untuk menghubungkan dengan ide-ide disini dan bagian-bagian dari ide ilmu pengetahuan serta asal-usul mereka yang telah dikaruniai sifat dasar manusia dan dimana membuat manusia itu sebagai makhluk yang unik. Apa yang telah saya berikan, apa yag telah membuatku kagum selama bertahun-tahun adalah jalan dimana ide-ide dari manusia dan sifat dasar mereka pada alamnya.
          Poin dari Charles Darwin mengatakan tentang Asal-Usul dari Spesies pada tahun 1859 dan kemudian ia mengeluarkan buku berjudul Garis Keturunan seorang Pria. Cerita-cerita kuno digunakan untuk mengambil makhluk ke dalam umur-umur emas dan indah, bentang dunia yang melegenda. Jika saya bercerita mengenai Gen pada saat ini, saya seharusnya berada di Kebun Eden. Tetapi ini bukanlah Kebun Eden. Dan saya belum bisa menjadi pusat dari sebuah dunia, tempat kelahiran para pria disinilah di Lembah Keretakan tepatnya di Afrika Timur dekat dengan equator (garis khatulistiwa). Menuruni lembah Omo, tebing, tempat tandus, merekam sejarah masa lalu seorang manusia. Dan jika ini adalah Kebun Eden, kenapa harus mengering selama jutaan tahun yang lalu. Saya telah memilih tempat ini karena disini memiliki struktur yang unik.
          Hewan-hewan adalah sesuatu yang sangat mengejutkan, karena pada saat mereka hadir, mereka hanya mengalami perubahan sedikit dalam hidupnya. Disaat kami menemukan mereka di endapan (lumpur) kira-kira dua milyar tahun yang lalu dalam bentuk makhluk fosil mereka yang menjadi seorang manusia dan kami dikejutkan adanya perbedaan antara kerangka kita dan kerangkanya (hewan tersebut) dengan melihat kerangka tengkoraknya. Jadi secara alamiah kita mengharapkan bahwa binatang di padang rumput juga sangat berubah. Tetapi fosil yang telah ditemukan di Afrika tidak terlihat seperti itu. Fosil itu terlihat seperti pemburu yang memiliki tanduk sama seperti rusa. Para leluhur yang dulu memburunya tidak menyadari bahwa itu adalah Topi pada jaman sekarang. Tapi mereka menyadarinya bahwa pemburuan hari ini masih hitam atau putih sebagai keturunannya.
          Evolusi manusia dimulai saat Afrika mengalami perubahan iklim : danau-danau mulai menyusut (tidak ada air lagi), hutan berubah menjadi padang gurun karena kekeringan. Dan menjadi bukti beruntungnya seorang manusia tidak bisa beradaptasi dengan baik dalam kondisi seperti itu. Dalam cuaca seperti ini, dapat bertahan hidup sangat mahal harganya dan itu akan menangkap mereka. Saat para hewan seperti zebra Grevy mampu beradaptasi di padang gurun, ini menjadi tangkapan yang bagus di waktu seperti ini. Dan yang paling anggun dalam beradaptasi dari semua binatang tersebut adalah pemberian gazelle : ini adalah hewan yang memiliki loncatan indah selama berada di padang gurun.
          Ini adalah Afrika yang terbakar, daratan seperti Omo, manusia menginjakkan kaki pertama kali di tanah ini. Ini seperti jalan pedesaan menuju pendakian seorang manusia dan hal ini sangatlah penting. Dua juta tahun yang lalu, leluhur pertama berjalan dengan menggunakan kakinya dan sangat berbeda dengan pria modern sekarang yang menggunakan kakinya untuk berjalan. Faktanya, disaat dia menaruh kakinya di atas tanah dan dia berjalan tegak lurus, seorang manusia akan membuat komitmen untuk integrasi yang baru dalam hidupnya dan anggota tubuhnya sendiri.
          Salah satu konsentrasi utama dalam evolusi adalah kepalanya, karena pada kepalanya banyak mengalami perubahan yang paling jauh dan paling formatif. Beruntunglah, tengkorak yang ditemukan pada fosil terakhir bukan merupakan organ yang lembut (tidak mudah hancur) walaupun kurangnya informasi mengenai otak dari tengkorak tersebut yang menjadi hal penting untuk kita tetapi kita bisa melihat dari ukuran tengkorak tersebut untuk mengetahui kepintaran dari makhluk fosil tersebut. Kemudian beberapa fosil tengkorak ditemukan di Afrika Selatan pada lima puluh tahun terakhir yang membentuk sebuah struktur karakteristik dari sebuah kepala saat mereka mulai menyerupai manusia.
          Hingga saat ini Dart menyadari dua keistimewaan bentuk wajah. Satu diantaranya memiliki lubang di tengkorak, bahwa tulang belakangnya muncul sampai ke tengkorak bagian belakang mendekati otak. Seperti seorang anak kecil yang sedang memegang kepalanya hingga ke atas. Dan salah satu yang mirip dengan pria ini lebih menyerupai seekor monyet atau kera yang memiliki kepala yang menggantung ke depan dari tulang belakang dan tidak tegak pada atasnya. Dan perbedaan yang terlihat selain bentuk kepalanya adalah giginya. Gigi selalu menceritakan cerita yang sesungguhnya. Gigi mereka kecil-kecil dan bentuknya kotak-kotak, dan mereka hanya memiliki gigi seperti anak kecil yaitu gigi susu yang tidak begitu kuat, bertarung dengan menggunakan gigi taringnya seperti kera. Yang artinya mereka memiliki wajah yang memakan dengan menggunakan tangannya dan tidak langsung menggunakan mulutnya. Dan pembuktian gigi tersebut memungkin mereka untuk memakan daging, daging mentah dan menggunakan tangan sebagai makhluk yang hampir mampu menggunakan peralatan dengan baik, alat batu seperti kerikil, pisau batu, untuk memotong dan berburu.
          Dart menamakannya dengan Australopithecus dan ini bukanlah nama kegemarannya, arti dari nama ini adalah kera selatan, tetapi Dart merasa bingung menamakannya karena untuk pertama kalinya bentuk ini bukanlah seperti kera. Saya mengira bahwa Dart lahir di Australia dan memasukkan negara kelahirannya sebagai nama dari penemuannya.
          Butuh waktu sepuluh tahun untuk menemukan tengkorak lainnya (tengkorak dewasa) dan tidak sampai tahun 1950 akhirnya rangkaian fosil Australopitechus dapat disatukan. Dimulai dari Afrika Selatan kemudian berpindah ke utara menuju Olduvai Gorge di Tanzania dan yang terbaru ditemukan di Danau Rudolf.
          Untuk saya, bayi Australopithecus memiliki sejarah sendiri. Pada tahun 1950, saat arti dari manusia belum dapat diterima, saya bertanya untuk menyusun pecahan-pecahan matematika ini. Saya dalam empat puluh tahun menyerahkan hidup untuk memecahkan masalah perhitungan ini, tiba-tiba melihat pengetahuan saya kembali ke masa dua juta tahun yang lalu dan bersinar saat mencari sejarah mengenai manusia. Ini sungguh fenomenal.
          Dan dari momen tersebut, saya total berkomitmen untuk memikirkan tentang apa yang membuat manusia berpikir apa itu dirinya : dalam pekerjaan ilmiah dan saya telah menyelesaikannya, literatur telah saya tuliskan dan telah saya programkan. Saya tidak mengetahui bagaimana bayi Taung pertama kali memulai hidupnya, tetapi untuk saya ini seperti kembali ke bayi primordial dari sebuah petualangan bagaimana manusia itu dimulai.
          Bayi manusia, kebiasaan manusia adalah seperti rangkaian antara hewan dan malaikat. Sebagai contoh, refleksi bagaimana bayi menendang pada saat di dalam rahim ibu (semua ibu pasti mengetahuinya dan merasakannya) sama seperti halnya vertebrata. Bayi memulai bersikap seperti manusia pada saat ia berumur empat belas bulan karena pada saat itu bayi memulai melangkah.
          Semua manusia bertingkah seperti kembali ke bagian dirinya yang seperti hewan. Kita harus berusaha untuk bersikap dingin dan memperlihatkan wajah kesendirian jika kita ingin memutuskan hubungan darah dalam hidup. Pemikiran seorang atlete adalah membangun kemampuannya dan memperbaiki kesalahannya dalam imajinasinya untuk membangun masa depannya.
          Kepala bukanlah simbol dari gambaran manusia karena ini hanya sebagai tempat tinjauan masa depan dan evolusi kultural. Karena itu jika saya mengambil perjalanan manusia kembali ke masa lalu yaitu sebagai hewan, evolusi itu akan terbaca dengan mengikuti perjalanan tengkoraknya. Sayangnya, lebih dari lima puluh juta tahun yang lalu yang kita bicarakan ini, hanya enam atau tujuh tengkorak yang dapat teridentifikasi evolusinya.
          Dimulai lima puluh tahun yang lalu dengan mengurutkan berdasarkan garis cabangnya yaitu dimulai oleh lemur. Fosil tengkorak dari keluarga lemur adalah Adapis dan ditemukan di Paris. Saat tengkorak ini mulai turun ke bawah kau akan melihat foramen magnum jauh ke belakang, seperti memiliki hubungan kesamaan mereka memakan serangga dan buah-buahan dan mereka memiliki lebih dari tiga puluh dua gigisama seperti primat pada umumnya. Fosil lemur seperti memberikan sedikit tanda bahwa ia adalah primata, lemur adalah anggota keluarga dari monyet, kera dan manusia.
Dua juta tahun yang lalu, saat kita belum menjadi manusia. Lalu setelah satu juta tahun, barulah kita menjadi manusia, karena satu juta tahun yang lalu sebuah makhluk muncul yang nantinya akan dipanggil Homo Erectus. Dia berkelana jauh keluar Afrika.  Fakta klasik mengenai ini dapat ditemukan di Cina. Dia adalah Manusia Peking, berumur sekitar empat ratus ribu tahun dan dia adalah manusia pertama yang yang dapat menggunakan api.
Perubahan didalam Homo erectus membawa kita ke materi yang paling penting lebih dari satu juta tahun. Penerusnya yang paling kita ketahui dan pertama kali ditemukan  di Jerman seabad lalu : sebuah kerangka fosil klasik, dia adalah manusia Neanderthal. Dia sudah mempunyai tiga cabang otak, yang besar seperti manusia modern. Mungkin ada garis keturunan dari manusia Neanderthal yang sudah meninggal tersebut, tetapi ini sama saja dengan mengambil garis timur tengah dan menariknya ke kita dan manusia ini disebut dengan Homo sapiens.
Di suatu tempat lebih dari sejuta tahun yang lalu manusia mulai membuat perubahan dalam menggunakan peralatannya (kualitas) yang kiranya memberikan poin-poin perbaikan dalam biologis selama periode tersebut. Penemuan canggih yang lain dari segi biologis dan kultur (budaya) terjadi setengah juta tahun yang lalu bias melakukan lebih baik daripada mencopy batu kuno dan kembali pada jaman Australopithecus. Mereka membuat peralatan manipulasi yang jauh lebih baik dan yang terpenting dapat dipergunakan dengan baik.
Berburu tidak mendukung akan meningkatnya populasi di suatu tempat, batasan dari padang gurun tidak bisa lebih dari dua orang dalam jarak dekat. Jadi pilihan terbaik dari berburu adalah kelaparan atau berpindah tempat.
Mereka pun berpindah tempat dengan jarak yang luar biasa jauh. Jutaan tahun berlalu dan mereka berada di Afrika Utara. Selama tujuh juta tahun yang lalu atau mungkin lebih cepat, mereka sudah berpindah ke Pulau Jawa. Selama empat juta tahun mereka menyebar dan berbaris lurus ke utara, menuju Cina bagian timur dan Eropa bagian barat. Ini adalah imigrasi terhebat yang dilakukan manusia.
Jalan hidup manusia sendiri bergantung pada kultur fosil sekarag dan inilah cara mereka bertahan hidup. Hanya orang-orang yang tetap bertahan hidup seperti Lapps di kondisi yang sangat ekstrem di Scandinavia bagian utara yang mengikuti para rusa kutub hingga mereka bisa hidup seperti manusia es.
Walaupun rusa kutub adalah binatang liar, mereka selalu memiliki cara untuk mengontrol mereka dan cara seperti ini lah yang menjadi kebudayaan mereka, seperti contohnya mereka membuat kelompok sejumlah lelaki yang mengelola dan mengonsep serta menggembala hewan-hewan tersebut. Ini adalah hubungan yang sangat aneh. Adaptasi dari Lapps lebih bebas daripada para rusa kutub karena mereka memiliki mode dari hidup dan adaptasi kultur dan bukan melalui biologis. Adaptasi yang Lapps lakukan adalah mengubah hidup dan berpindah tempat yang tidak jauh dari es, ini adalah pilihan yang dapat mengubah mereka, ini adalah hal yang tidak dapat dirubah sebagai mutasi biologis. Untuk adaptasi biologis lahir dari sebuah kebiasaan, tetapi kebudayaan belajar dari kebiasaan dimana telah diadaptasi oleh banyak masyarakat.
Ini adalah perbedaan prinsip antara adaptasi budaya dan biologis, keduanya mendemonstarikan tentang Lapps. Membuat perlindungan dari rusa kutub dan bersembunyi adalah adaptasi yang dapat diubah oleh Lapps keesokan harinya, kebanyakan dari mereka melakukannya secepatnya. Perubahan biologis dari Homo sapiens tidaklah besar, karena kita agak dekat spesies homogennya dengan Homo sapiens karena kita melihat dunia lebih cepat daripada melihatnya dari sisi tengah.
Budaya manusia yang kita kenal terbentuk pada saat zaman es, dalam seratus atau mungkin lima puluh ribu tahun. Manusia bertahan dari zaman es karena kemampuannya dalam berpikir untuk mengenali penemuan-penemuan dan mengubah benda tersebut menjadi alat yang berguna bagi komunitas mereka. Ternyata zaman es sangat membantu bagi perubahan besar dalam cara manusia dapat hidup. Mereka dipaksa tergantung pada sedikit tumbu-tumbuhan dan banyaknya hewan. Perburuan yang ketat ditepian es dapat merubah taktik dalam berburu. Alternatif terbaik cara mereka berburu adalah mengikuti mereka dan jangan sampai kehilangan jejak dari buruan yang mereka incar dan dengan cara seperti ini mereka mempelajarinya, mengantisipasi dan pada akhirnya mengadopsi kebiasaan mereka, termasuk cara migrasi mereka.
Perbedaan genetika diantara komunitas–komunitas ada pada skala sederhana. The lapps (orang-orang adat yang tinggal di sebelah utara Swedia, Norwegia, Finlandia dan semananjung di Rusia) sudah tidak bertahan hidup secara biologis, namun dengan penemuan-penemuan mereka yang dengan imajinatif menggunakan kebiasaan rusa kutub, dengan merubahnya menjadi hewan pekerja dengan artifak dan kereta seluncur. Bertahan hidup di es tidak tergantung dari warna kulit, Lapps telah bertahan hidup, manusia telah bertahan hidup di zaman es, dengan bantuan penemuan terhebat pada masa itu API.
Api adalah symbol dari hati manusia, dan dari waktu Homo sapiens bermula untuk meninggalkan tanda tangan mereka tiga puluh ribu tahun yang lalu, hati tersebut adalah gua. Sekitar satu juta manusia, dalam beberapa bentuk yang dikenali, hidup sebagai penjelajah dan pemburu. Kita hampir tidak mempunyai patung dari periode prasejarah. Hanya pada saat masa itu berakhir diujung dari lembaran es eropa, kita menemukan tanda tangan berupa cap didalam gua seperti Altamira (disuatu tempat di Spanyol dan selatan Perancis) sebuah catatan dari apa yang membuat sesuatu dapat mendominasi pikiran manusia dalam berburu. Lukisan gua, yang mana dibuat sekitar dua puluh ribu tahun yang lalu, sesuai untuk keseluruhan dasar  dari budaya manusia.
Hal yang sangat jelas untuk dikatakan adalah bahwa hewan, ditempat ini dalam pendeskripsian manusia gua itu adalah sakti. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah benar adanya tapi sakti itu hanyalah sebuah kata, bukan sebuah jawaban.  Sakti adalah sebuah kata yang yang tidak dapat menjelaskan apapun. Dikatakan bahwa manusia mempercayai bahwa hewan memiliki kekuatan, tapi kekuatan apa? Kita masih ingin mengetahui kekuatan apa yang membuat para pemburu ini percaya akan apa yang mereka dapat dari lukisan yang mereka buat.
Disini saya akan memberikan pandangan pribadi saya. Saya pikir kekuatan yang ditunjukkan oleh hewan tersebut adalah kekuatan mengantisipasi, kekuatan dalam hal melihat kedepan. Para pemburu ini melihat bison, rusa, dia melihat babi hutan, rasa takut telah memberikan kepadanya; tombak untuk bertahan hidup, dengan pengalaman yang sudah dia miliki, maka ia tidak perlu takut lagi.
Seni dan ilmu pasti adalah sesuatu yang unik, diluar jangkauan dari segalanya tentang apa yang bisa hewan lakukan. Kekuatan untuk menggambarkan masa depan, untuk meramalkan mengenai apa yang akan terjadi, dan rencana apa yang dibuat untuk mencegah hal buruk itu terjadi, dan untuk menghadirkannya dalam bentuk gambar dan bergerak masuk kedalam kepala kita,  
Kita disini juga melihat menggunakan teleskop imajinasi, imajinasi tersebut adalah sebuah teleskop didalam waktu, kita melihat kembali kepada pengalaman masa lalu. Laki-laki yang yang membuat lukisan ini laki-laki yang menghadirkan, melihat melalui teleskop langsung. Mereka meihat maju bersamaan dengan pendakian manusia karena apa yang kita panggil evolusi budaya adalah hal paling mendasar dari sesuatu yang konstan, tumbuh dan melebar dari imajinasi manusia.

FENOMENA DI MASYARAKAT (SISTEM INFORMASI & ILMU BUDAYA)

Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme bangsa.

Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.

Sebagai sebuah proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnyateknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa.
Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
Namun perlu diingat, pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dan masih banyak lagi.

Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya TIK, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.
Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.

Jadi bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap masyarakat tersebut. Seyogyanya, masyarakat harus selektif dan bersikap kritis terhadap TIK yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat, dan efek negatif dapat lebih diminimalkan.

Pengaruh positif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.

1. Dilihat dari aspek globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis, karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa jati diri terhadap negara menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan mendukung yang dilakukan oleh pemerintahan.

1. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin.

1. Dari aspek globalisasi sosial budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari negara lain yang sudah maju untuk meningkatkan kedisplinan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa serta akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa. Serta kita juga dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.

1. Aspek politik, Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya jati diri bangsa akan luntur dan tidak mungkin lagi bangsa kita akan terpecah belah.

1. Aspek Globalisasi ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (mainan, minuman, makanan, pakaian, dll) membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya jati diri bangsa kita. Maka hal ini akan menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk dalam negeri.

1. Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia dimana dilihat dari sopan santun mereka yang mulai berani kepada orang tua, hidup metal, hidup bebas, dll. Justru anak muda sekarang sangat mengagungkan gaya barat yang sudah masuk ke bangsa kita dan semakin banyak yang cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

1. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Serta menambah angka pengangguran dan tingkat kemiskinan suatu bangsa.

1. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Padahal jati diri bangsa kita dahulu mengutamakan Gotong Royong, tapi kita sering lihat sekarang contohnya saja di perumahan / komplek elit, mereka belum tentu mengenal sesamanya. Dari hal tersebut saja sudah tercermin tidak adanya kepedulian, karena jika tidak kenal maka tidak sayang.

Dampak di atas akan perlahan-lahan mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, Akan tetapi secara keseluruhan aspek dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau luntur. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat Indonesia secara global. Apa yang ada di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Bila dilaksanakan belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dilaksanakan akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pengaruh Globalisasi Terhadap jati diri di Kalangan Generasi Muda.

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Padahal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda, internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno, bahkan sampai terkena penipuan. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu hand phone, apalagi sekarang ini mulai muncul hand phone yang berteknologi tinggi. Mereka justru berlomba-lomba untuk memilikinya, tapi kita lihat alat musik kebudayaan kita belum tentu mereka mengetahuinya. Hal ini jika kita lihat dari segi sosial, maka kepedulian terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih kesibukan dengan menggunakan handphone tersebut.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak tahu sopan santun dan cenderung tidak peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya generasi muda bangsa? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkhis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai jati diri akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki jati diri?

Seperti contohnya pada kasus kecanduan Facebook atau FB. Dampak negatif facebook semakin hari semakin terasa, meski pun para facebookers banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negati facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan yang namanya facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari. Oke buat kamu para remaja dan pelajar serta anak anak, kamu harus tahu apa saja dampak negatif dari facebook ini. Karena pengguna facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.

1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook. Ada yang bilang autis Haha, lebay
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.
3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg garatis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.
4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.
5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! “sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!” Pernah menemukan yang seperti itu..?
6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.
7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!
8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya mengguankan internet untuk mencari konten “berlendir”. Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.
9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnay dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya “Evan Brimob” beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: “Polisi nggak butuh masyarakat”.
10. Awas penipuan..!
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.

TINDAKAN YANG MENDORONG TIMBULNYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN DAN CARA MENGANTISIPASI ADANYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN

Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Jennifer Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul ‘Cultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia’, mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional, baik melalui campur tangan, penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan tanpa arah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan kultural atau konteks kultural. Dalam pengamatan yang lebih sempit dapat kita melihat tingkah laku aparat pemerintah dalam menangani perkembangan kesenian rakyat, di mana banyaknya campur tangan dalam menentukan objek dan berusaha merubah agar sesuai dengan tuntutan pembangunan. Dalam kondisi seperti ini arti dari kesenian rakyat itu sendiri menjadi hambar dan tidak ada rasa seninya lagi. Melihat kecenderungan tersebut, aparat pemerintah telah menjadikan para seniman dipandang sebagai objek pembangunan dan diminta untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan simbol-simbol pembangunan. Hal ini tentu saja mengabaikan masalah pemeliharaan dan pengembangan kesenian secara murni, dalam arti benar-benar didukung oleh nilai seni yang mendalam dan bukan sekedar hanya dijadikan model saja dalam pembangunan. Dengan demikian, kesenian rakyat semakin lama tidak dapat mempunyai ruang yang cukup memadai untuk perkembangan secara alami atau natural, karena itu, secara tidak langsung kesenian rakyat akhirnya menjadi sangat tergantung oleh model-model pembangunan yang cenderung lebih modern dan rasional. Sebagai contoh dari permasalahan ini dapat kita lihat, misalnya kesenian asli daerah Betawi yaitu, tari cokek, tari lenong, dan sebagainya sudah diatur dan disesuaikan oleh aparat pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan tujuan kebijakan-kebijakan politik pemerintah. Aparat pemerintah di sini turut mengatur secara normatif, sehingga kesenian Betawi tersebut tidak lagi terlihat keasliannya dan cenderung dapat membosankan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dikehendaki terhadap keaslian dan perkembangan yang murni bagi kesenian rakyat tersebut, maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Memang diakui bahwa kesenian rakyat saat ini membutuhkan dana dan bantuan pemerintah sehingga sulit untuk menghindari keterlibatan pemerintah dan bagi para seniman rakyat ini merupakan sesuatu yang sulit pula membuat keputusan sendiri untuk sesuai dengan keaslian (oroginalitas) yang diinginkan para seniman rakyat tersebut. Oleh karena itu pemerintah harus ‘melakoni’ dengan benar-benar peranannya sebagai pengayom yang melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis kesenian rakyat tersebut tanpa harus merubah dan menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan politik. Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Harus diakui bahwa teknologi komunikasi sebagai salah produk dari modernisasi bermanfaat besar bagi terciptanya dialog dan demokratisasi budaya secara masal dan merata. Globalisasi mempunyai dampak yang besar terhadap budaya. Kontak budaya melalui media massa menyadarkan dan memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain yang berbeda dari yang dimiliki dan dikenal selama ini. Kontak budaya ini memberikan masukan yang penting bagi perubahan-perubahan dan pengembangan-pengembangan nilai-nilai dan persepsi dikalangan masyarakat yang terlibat dalam proses ini. Kesenian bangsa Indonesia yang memiliki kekuatan etnis dari berbagai macam daerah juga tidak dapat lepas dari pengaruh kontak budaya ini. Sehingga untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan diperlukan pengembangan-pengembangan yang bersifat global namun tetap bercirikan kekuatan lokal atau etnis. Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah, dalam rangka keperluan turisme, politik dsb. Selama ini pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional yang dilakukan lembaga pemerintah masih sebatas pada unsur formalitas belaka, tanpa menyentuh esensi kehidupan kesenian yang bersangkutan. Akibatnya, kesenian tradisional tersebut bukannya berkembang dan lestari, namun justru semakin dijauhi masyarakat. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh kesenian rakyat cukup berat. Karena pada era teknologi dan komunikasi yang sangat canggih dan modern ini masyarakat dihadapkan kepada banyaknya alternatif sebagai pilihan, baik dalam menentukan kualitas maupun selera. Hal ini sangat memungkinkan keberadaan dan eksistensi kesenian rakyat dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat, jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya pop. Untuk menghadapi hal-hal tersebut di atas ada beberapa alternatif untuk mengatasinya, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bagi para seniman rakyat. Selain itu, mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.

KESIMPULAN

Indonesia memiliki kebudayaan yang tak terhitung jumlahnya. Definisi kebudayaan dan teknologi sendiri sangat luas tergantung orang menilai dari sudut mana. Disini saya mendefinisikan kebudayaan adalah gaya hidup ataupun cara hidup yang dimiliki sekelompok orang atau masyarakat yang diwariskan dan ditindaklanjuti dari generasi ke generasi. Sedangkan teknologi merupakan ilmu pengetahuan terapan untuk menciptakan suatu hal yang baru sehingga dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Keduanya memang tidak bisa dipisahkan, adanya kebudayaan yang dimiliki sekelompok orang dapat menciptakan teknologi baru, begitu juga sebaliknya adanya teknologi baru dapat menciptakan kebudayaan yang baru pada masyarakat serta teknologi sebagai pertanda kemajuan kebudayaan. Semakin berkembangnya teknologi dimana informasi apa saja bisa masuk dalam kehidupan masyarakat kita yang ikut serta mempengaruhi tergesernya nilai-nilai budaya Indonesia ini. Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Caranya penangan agar semua pengaruh tersebut dapat diambil sisi positifnya saja adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Dengan tertanamnya jati diri Bangsa pada setiap individu diharapkan mampu menjadi filter bagi kebudayaan asing yang bisa masuk kapan saja dan dimana saja. Strategi kebudayaan kedepan sebenarnya yang diperlukan bukan hanya menjadi tukang-tukang teknologi, tetapi masyarakat mesti mampu menjadi penemu, dengan kata lain mendidik masyarakat untuk berpikir, berkata dan bertindak yang benar. Dengan demikian masyarakat Indonesia mampu mengkolaborasikan antara produk budaya dengan teknologi. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing.

SOURCE :
- http://darwana70.wordpress.com/2008/06/23/pengaruh-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-budaya-bangsa/
- http://agungaw.wordpress.com/2010/03/01/pkn-minggu3/
- http://www.bloggerwonosobo.com/2010/11/21/10-dampak-buruk-facebook-bagi-pelajar.html/
- http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/
- http://fadhilahalbirra.blog.upi.edu/2010/11/07/dampak-perkembangan-teknologi-terhadap-kebudayaan/